Penghancur (Puisi)


    PENGHANCUR


Kemarin,
Kau pergi, lalu kembali, dan pergi lagi
Pergi tanpa air mata dan kembali dengan senyuman.
Pergi meninggalkan semua yang ada lalu kembali lagi tanpa perasaan.

Terkadang aku berpikir, 
Kau pergi,lalu kembali, dan pergi lagi
Apa yang kau lakukan?
Menghancurkan perasaan seseorang?
Menghancurkan jiwa dan pikiran seseorang?
Atau menghancurkan seseorang secara keseluruhan?

Dan sekarang karena kau,
Orang itu telah hancur secara keseluruhan.
Jiwanya terguncang, pikirannya tak beraturan dan perasaannya pun hampa.
Dan dimana kamu sekarang?
Terakhir kali melihatmu, kau terlihat sangat senang.
Memperlihatkan senyum kegembiraan bagaikan seseorang yang menang dalam perang.
Tertawa bahagia seperti suatu negara yang akhirnya merasakan kemerdekaan.

Kau pergi dan tak pernah kembali ke orang itu setelah dia hancur.
Dan sekarang aku hanya dapat menyaksikannya hancur dengan diam 
dan dengan perasaan bersalah atas apa yang telah kau lakukan kepadanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI

Resensi Novel- ATHEIS (Achdiat K. Mihardja)

PUISI